76ban October 17, 2017

     Menikmati pekerjaan

     Untuk artikel ini lebih bersifat curhat sebenarnya. Okelah saya mulai dari pengalaman saya bekerja di dunia telekomunikasi.

         Tahukah anda terkadang saya berpikir saya lebih beruntung dari teman-teman yang lain kalau saya dihadapkan dengan sekumpulan teman2 saya yang menganggur ataupun pekerjaannya yang serabutan (tidak menentu). Tapi terkadang saya suka minder dari teman2 saya yang sudah mapan (jelas masa depan..hehehe). Nah pasti anda bingung sebenarnya apa sih yang membuat puas dalam pekerjaan…???

AWAL bekerja (Newbie) :

        Disini saya mencoba untuk sharing kondisi tersebut karena saya mengalami nya. Saat saya pertama kali masuk ke dalam dunia kerja saya selalu mengukur diri dan MENIKMATI PEKERJAAN yang di berikan atasan kepada saya, karena saya sadar saya belum ada skill/kemampuan tapi saya punya passion (keingintahuan kuat). Dari MENIKMATI PEKERJAAN ini saya seperti tidak merasa lelah (kecuali sakit ya), belajar tapi digaji (walau gaji kecil…hehehe). saya belajar tidak hanya dari tutorial pekerjaan yang saya dapat tapi saya juga sering Searching di Mbah Google untuk perangkat2 yang akan saya kerjakan (kebetulan saya bekerja di perusahaan alarm system awal saya bekerja sebagai Engineer). Ya itulah fase pembentukan karakter dalam awal bekerja saya.

Pengalaman 2-3 Tahun (semi expert) :

          Untuk kondisi di Semi-expert ini sering diganggu oleh sikut-sikutan sesama karyawan…hehehe. kenapa saya bilang sikut-sikutan (persaingan) untuk kondisi ini karena saya dihadapkan oleh sesama karyawan yang mempunyai tingkat kemampuan yang sama (se-level lah) jadi pasti ada adu argument (pendapat) dalam pekerjaan untuk mencari solusi masalah di proyek.  Dan MENIKMATI PEKERJAAN juga menjadi motto bekerja saya, pasti bertanya Kok menikmati pekerjaan ???. Yes dengan menikmati pekerjaan saya selalu menyampaikan pendapat saya dengan mempertimbangkan argumen teman sekerja saya (walaupun saya akhirnya memutuskan sikap bekerja sesuai yang saya tahu..hahaha) tapi paling tidak mendengarkan pendapat yang lain. karena salah atau benar itu yang memutuskan adalah hasilnya (betul gak). prinsip nya kalau salah itu adalah pelajaran yang sangat berharga dan kalau benar itu kesalahan yang tertunda…hehehe.

 Pengalaman lebih dari 5 Tahun (expert sotoy)

             Nah ini kondisi bekerja di titik jenuh. Yes disini kondisi dimana saya berpikir untuk move on (pindah perusahaan atau buka usaha). Solusi saya untuk kondisi tetap MENIKMATI PEKERJAAN (bosen ya kata2 itu terus). Bayangkan saja disini kita sudah merasa matang untuk bidang yang kita kerjakan dan berharap mendapat hasil yang lebih baik donk atau mungkin bisa melakukan sebuah usaha sendiri karena sudah ada modal (dana).

  • Tapi tahukah kalau skill/kemampuan yang kita punya sekarang belum tentu bisa berguna bagi perusahaan lain,
  • Tahukah suasana kerja di perusahaan lain belum tentu senyaman perusahaan tempat bekerja kita sekarang,
  • Tahukah kalau mencari pekerjaan itu juga ada faktor keberuntungan (nasib)

Kalau saya sih selagi perusahaan belum memecat saya, ya saya tetap bekerja walaupun dengan hasil yang mungkin bisa dapat lebih baik kalau saya berjudi dengan nasib. (kalau bahasa kekiniannya “ZONA NYAMAN”). Nikmati hasil (duid) yang didapat bukan dengan merugikan orang lain karena kalau berbicara soal duid itu ga ada batasannya..hahaha.

TS : Sekarang saya mencari penghasilan tambahan dengan memanfaatkan fasilitas Laptop dan Internet (website). Karena usaha ini yang bisa kita lakukan sekaligus sambil kerja di perusahaan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

%d bloggers like this: